Tuesday, September 23, 2008

Pantai Pukul Satu Siang

Semua orang pasti punya yang dinamakan dengan perasaan,emosi,egois.Semuanya itu dimiliki oleh semua orang tanpa memandang umur atau usia.

Dan menurut saya yang dapat mengendalikan semua itu agar tidak terlalu merugikan dan menyakiti orang lain adalah sikap kedewasaan.Sikap kedewasaaan yang saya maksud adalah suatu sikap yang akan kita peroleh seiring dengan pengalaman hidup yang telah kita lalui sebelumnya.Belajar dari pengalaman, mungkin itu juga bisa mengembangkan sikat dewasa itu sendiri.Dan tak lepas dari semua itu jangan pernah dilupakan adalah logika atau nalar.Logika kita dalam memandang semua persoalan dari kaca mata masing masing tanpa melupakan kacamata yang dipakai oleh orang lain juga.

Contohnya saja bila beberapa orang sedang berlibur di pantai.Kesemua orang tersebut memakai kaca mata dengan porsi kebutuhan yang berbeda beda pula.Ada yang memakai kaca mata dengan lensa hitam,coklat,atau bahkan biru.Ada juga yang memamaki kaca mata lensa bening.Ada yang memang menyukai lensa bening.Tetapi ada juga yang memakai kaca mata lensa bening karena matanya sedikit rabun untuk melihat.Dan ternyata rabun pun masih banyak golongannya.Ada yang rabun jauh (minus), rabun dekat (plus), bahkan ada juga yang silinder.

Apa jadinya jika semua orang dengan kaca mata nya masing masing memandang pantai yang sama pada pukul satu siang?????

Terik…panas….yang ingin saya utarakan di sini bukan udara atau terik panas yang menyengat kulit kita jika kita sedang berada di pantai pukul satu siang.Tapi coba bayangkan anda berada di pantai tersebut dengan kaca mata yang telah anda pilih sebelumya..

Ada yang merasakan silau memakai kaca mata bening..

Ada yang merasa lebih teduh jika memakai kaca mata lensa hitam atau coklat bahkan biru..Itu semua tergantung selera menurut saya.

Dan jika anda menyadari pantai yang ada di depan anda tetap panas dan terik.

Kaca mata apa pun yang kita pakai sebenarnya sama saja..Terdiri dari dua lensa.Dan kita semua memakainya di tempat sama yang telah dimiliki oleh semua orang.Yaitu di mata masing masing..

Yang membedakan adalah warna lensa yang kita pakai..

Dari putih atau bening, hitam, coklat, bahkan biru atau warna lain yang anda suka, contohnya saja warna pink.

Warna lensa yang kita pakai itu mungkin yang dinamakan dengan cara berpikir dan memandang masalah dari sudut yang berbeda beda oleh semua orang.

Yang saya tahu,kacamta apapun yang kita pakai…tetap saja pantai di depan saya tetap panas dan teik..Berapapun usaha saya dalam melindungi mata saya agar dapat melihat pantai tersebut dengan sedikit lebih nyaman atau enak..Tetap saja pada kenyataanya pantai di depan saya masih terik dan tetap terik..

Namun teriknya pantai di depan saya ternyata memiliki pesona dan daya tarik buat semua orang yang sedang berdiri dan memandang pantai..Melihat eloknya ombak yang berkejar kejaran..Pantai yang indah…Tapi terik…

Sama saja dengan hidup di dunia ini..Indah….namun terik…

Semua orang tak sabar ingin menceburkan dirinya ke pantai…Dengan semua keinginan yang berbeda beda tentu saja…

Ada yang hanya bermain ombak dan bermain air dengan kapasitas badan yang tercelup air hanya sebatas kaki sampai lutut.Ada juga yang sudah puas memandang pantai dari jarak aman.Ada yang ingin berenang.Ada yang ingin bermain selancar.Ada juga yang punya keinginan untuk menyelami dalamnya pantai hingga bertemu laut yang sebenarnya.

Keinginan untuk menikmati pantai dengan cara masing masing..Cara yang bisa membuat anda puas dan tentu saja senang.

Tak perlu mencelupkan kaki mu ke pantai jika anda sudah merasa puas dengan melihat pantai dari sudut yang aman…

Ada juga yang merasa sangat haus ingin menyelami pantai agar bertemu laut yang sebenarnya..Dengan resiko yang semakin besar tentunya..

Ada juga yang ingin lebih jauh dari pantai dan ingin melongok bagaimana laut itu sebenarnya…Maka ia pun menyewa kapal atau perahu..Menikmati indah dan teriknya pantai dengan cara aman menurut dia namun tetap sudah bisa membuatnya berpuas diri.

Dulu….

Saya sudah terkagu kagum dengan pantai tersebut saat pertama kali saya melihat pantai tersebut.Namun saya hanya bisa memandangi pantai tersebut dari sudut aman..Dan memang naif saya saat itu karena saya melihat pantai tersebut dengan mata telanjang…

Naif…tapi jujur….

Naif..tapi jujur….

Menelanjangi semua kenyataan yang saya dapati di pantai tersebut…

Saat usia saya mulai beranjak lebih tinggi..Saya memakai kata tinggi,bukan kata dewasa..

Karena menurut saya kedewasaan itu sebenarnya tidak berpangkal pada usia atau umur itu sendiri….Usia mungkin sudah bisa dikatakan dewasa.Dan secara biologis juga sudah ada batasan yang jelas sebagai orang yang telah dewasa..Secara legal pun sudah ada batasan yang pasti yang dinamakan dewasa yaitu jika sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada usia 17 tahun.Yah walaupun sebenarnya batasan dewasa oleh negara ada dua.Yaitu ketika sudah mempunyai KTP dan juga jika sudah berusia 21 tahun (Menurut KUHPerdata)..Dan dualisme pengertian dewasa oleh negara tersebut sebenarnya kadang membuat bingung..Tapi saya lebih setuju dengan KUHPerdata yang mengatakan dewasa jika sudah berumur 21 tahun,Karena di saat umur tersebut kita sudah dapat dan legal dan dimaklumi sepenuh hati bebuat berdasarkan keinginan pribadi masing masing.Contoh yang paling ekstrim adalah kawin lari.hahahah….Jika kalian kawin lari sesudah berusia 21 tahun kalian tidak akan pernah bisa menjumpai segala tuntukan melarikan anak orang atau apalah…karna kalian sudah benar benar dewasa dan memang diharapkan benar benar dewasa pada saat usia tersebut..

Kembali ke pantai….

Lensa atau cara berpikir dan memandang suatu masalah tersebut sering menimbulkan suatu pertengkaran.percekcokan,bahkan permusuhan…Ya karena memang lensanya beda…Coba anda bayangkan anda melepas lensa anda dan mencoba lensa teman anda,,pasti sensasi perubahan cara berpikir yang drastis..

Tapi terkadang orang enggan atau malu atau segan untuk meminjam kaca mata orang lain untuk melihat dan menikmati pantai yang sama..

Orang juga enggan saling melepas kaca mata masing masing dan benar benar menelanjangi pantai secara bersama sama…Menelanjangi teriknya pantai secara bersama sama..Panas…Terik atau apalah….Tapi itu memang sesuatu yag akan anda temui jika berada di pantai pukul satu siang..Tapi itu memang suatu kepastian yang akan kita jumpai di sana.

Apapun yang kita pakai….

Apapun kacamata yang kita pakai dengan jenis lensa masing masing….

Apapun jenis lensa yang kita jadikan pembenaran memandang suatu masalah dengan logika dan nalar masing masing…

Di depan kita tetap sama …

Pantai yang panas dan terik pada pukul satu siang..

“Setiap jenjang memiliki dunia sendiri, yang selalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi.Tak bisa kembali ke kacamata yang sama bukan berarti kita lebih mengerti dari yang semula.Rambut putih tak menjadikan kita manusia yang segala tahu.”

Dikutip dari Filosofi Kopi karangan Dewi Lestari

Salam

~Bik-Dei~

4 comments:

  1. a nice blog. Penuh dengan hikmah, thanks.

    ReplyDelete
  2. Buat aneg:
    gw gak bisa bikin target tulisan gw harus simple or gak..
    Dan untuk suatu tulisan yg agak berat q gak bisa bikin ringan n fun

    ReplyDelete
  3. Agak berat dan panjang. But it is nice....

    ReplyDelete

Thanks for your comment