Tuesday, December 9, 2008

Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh




Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari.
Sang Puteri naik ke langit.
Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang,
tapi tidak tahu caranya terbang.
Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu kupu.
tetapi kupu kupu hanya bisa menempatkannya di pucukpohon.
Ksatria lalu belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara.
Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung.
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.
Ksatriasedih,tapi tak putus asa.
Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya mengitari bumi, lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun sang Puteri masih jauh di awang awang, dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.
Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.
Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.
melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu.
Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya, maka ia akan mati.
Hancur dalam kecepatanyang membahayakan, menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat.
Ksatria setuju.Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan.
Bintang Jatuh menggenggam tangannya.
"Inilah perjalanan sebuah Cinta Sejati," ia berbisik, "tutuplah matamu, Ksatria.Katakan untuk berhenti begitu hatimu merasakan keberadaannya."
Melesatlah mereka berdua.
Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil, namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya...."Berhenti!"
Bintang Jatuh melongok ke bawah, dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi.
Ia pun jatuh hati.
Dilepaskannya genggaman itu.
Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri.
Ksatria yang malang.
Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan Aurora. Untuk mengenag kehalusan dan ketulusan hati Ksatria.



Begitu romantis....
Mungkin Buku Supernova : Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh adalah novel paling romantis yang pernah saya baca.
Memang isinya bukan romantis melulu...Tapi romantisme yang dibalut dalam sciene..Saya gak tahu sebenarnya buku ini fiksi atau ilmiah...
Dan memang saya tidak mempunyai buku tersebut,,tapi saya pinjam dari teman saya Aneg..
Dan sekarang saya sedang berusaha mendapatkan buku tersebut karena saya ingin memilikinya.

Banyak yang bilang udag gak terbit lagi,,lagian saya kan juga sudah membacanya..Namun saya ingin memilikinya...sangat ingin memilikinya.

Di dalam buku ini tidak ada cerita cinta yang berawal indah dan berakhir bahagia...
Yang ada adalah yang ada itu sendiri..

Dengan segala kekurangan dan kebobrokan situasi di dalam buku tersebut,,,

Terkadang saya pernah terlalu naif dengan membayangkan diri saya menjadi Puteri tersebut dan mendapati Ksatria tersebut.

Tapi sudahlah.....

Special for:
Bagi "kamu" yang mungkin setia membaca blog ku....
Semoga masih kamu simpan semua cerita di atas ( i hope), hargai jempolku okey???

~BikDei~


No comments:

Post a Comment

Thanks for your comment