Monday, June 28, 2010

From Filosofi Kopi

Good evening every body..Hello there??

Malam ini,waktu saya mengalami kebosanan belajar,saya melakukan googling beberapa hal yang sedang saya ingin tahu (not 'bout the exam exactly),saya jatuh pada tempo saya googlin nama saya sendiri,diri saya sendiri "ebik dei" (stupid me!).

Well,saya bertemu dengan sebuah posting blog terdahulu saya dari friendster (yang akunnya saja saya lupa)..

Ini bukan tentang tulisannya,tapi tentang sebuah kata kata yang saya kutip dari buku Filosofi Kopi karya Dewi Lestari yang saya sisipkan di post saya tersebut, "DI DALAM RUANG KECIL YANG DINAMAKAN HATI,ADA TERAS UNTUK TAMU.TETAPI HANYA DIRIMU SENDIRI YANG BERHAK BERADA DI INTI HATIMU SENDIRI".

So sweet for me:))
Dan saya membaca buku yang berisi kumpulan cerpen itu secara bersambung ketika saya minum kopi sendirian di kedai Kopi Ku Pas..

Buku tersebut masih tergeletak manis di deretan toko buku Gramedia,tapi rasa eman eman untuk membelinya.Karena lebih baik membeli buku yang belum pernah dibaca kan?

Nice book and i love this words..
Night every body,

Salam,
~BikDei~

Thursday, June 24, 2010

The Sky River

The Sky River....
I want to see you, I want to stare and sit on your bottom...the river sky,, how your beauty?

Apakah kalian adalah penggemar kartun Doraemon??
Kalau kalian benar benar penggemarnya,pasti pernah mendengar tentang sungai langit.

Kiranya, setelah itu saya mulai bermimpi untuk dapat melihat sungai langit.

Saya adalah orang yang sangat sangat senang melihat dan menatap bintang bintang di langit.Bukan merupakan hal bodoh,dan juga bukan merupakan hal yang konyol..Saya cuma berpikir kalau Bintang itu Indah.

Saya punya rumah yang terletak di pinggiran kota.Terkadang,ketika saya merindukan bintang,saya hanya bisa nongkrong nongkrong di teras rumah saya.
dengan pemandangan bintang yang seadanya,pasti.

Lalu...saya menemui seseorang yang berjanji membawa saya ke tempat itu.tempat di mana saya bisa melihat sungai langit dengan mata telanjang saya (tanpa teropong apalagi mendaki gunung).saya cuma perlu berdiri di sana lewat tengah malam dengan keadaan langit yang sangat cerah.

Ternyata semuanya tidak semudah itu...berkali kali saya kembali ke tempat itu yang butuh sedikit libur agak panjang atau libur yang saya tentukan sendiri dibalik rutinitas kuliah dan bekerja saya.
Susah euy,,menyamakan antara kesempatan yang saya punya dengan cuaca langit yang saat ini tak terjebak manusia.

Kira kira akhir Januari atau awal Februari saya mulai mengunjungi tempat itu...
Dan,,,sering saya mengumpat dengan cuaca...hujan....hujan...hujan.....
Lalu saya kembali...hujan...hujan....hujan....
Lalu...hujan....hujan....hujan.....
Lalu,,saya berangkat cerah sesampainya di sana hujan hujan dan hujan....
April terakhir saya ke sana gak hujan...tapi kabut....bintangnya gag terlihat.Sial!!!

Tak mudah putus asa, tanggal 14 Juni kemarin saya kembali lagi ke sana.Tanpa berharap lebih karena sore harinya gerimis mengundang...

Saya kembali ke tempat itu hampir tengah malam.Dingin sekali,,menusuk nusuk kulit rasanya..
Dan....
Eng....Ing...Eng.....

I see it.....
Bintang Bintang....rasanya menyelimuti tanah yang saya pijak.Dan saya melihat sungai langit itu..Sebuah goresan putih di langit (bukan awan lho) di mana di sepanjang goresan langit itu bertebaran bintang tiada tara...

Wow!!!!amaizing for me.....

Tetapi saya tidak berlama lama di situ, karena angin bertiup sangat kencang dan (i don't know why) tumben saya merinding di kegelapan malam.Dan partner "mengejar bintang" saya sempat melihat bintang jatuh..
Tapi saya tidak....

Nice experience:))

Salam,
~BikDei~





Moot Court = Drama Classes


I think, moot court is a drama...drama about the law


Moot court atau dalam bahasa Indonesia adalah peradilan semu..
Bila kalian tidak mengerti apa itu peradilan semu adalah dalam bahasa awam latihan sidang,sidang bohong bohongan..

Saya adalah mahasiswi semester VI Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Dan saya telah menempuh 3 Peradilan Semu, yaitu: Peradilan Semu Pidana,Peradilan semu PTUN,dan Peradilan Semu Pidana.

1.Peradilan Semu Pidana

PLKH Pidana. saya tempuh sewaktu semester V.Waktu yang diberikan buat kelompok kami saat itu hampir 2 bulan.Waktu yang lumayan cukup buat memilih kasus,memodifikasi kasus,pemberkasan,dan inti dari PLKH itu sendiri, yaitu :DRAMA!
Sewaktu PLKH Pidana, saya menjadi seorang Jaksa penuntut Umum (JPU) yang bertugas membuat penuntutan terdakwa dengan pasal pasal Pidana seberat dan sekomplek mungkin.Lawan dari Penuntut Umum adalah Penasehat hukum.
Menjadi seorang Penuntut Umu lumayan ribet karena bersama sama Hakim dan Penasehat hukum menyusun pemberkasan,dan jalan cerita yang sinkron.

Kasus pada saat itu adalah 362 dan 368 KUHP atas dakwaan Terdakwa telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kostumnya adalah: rok hitam.kemeja putih,memakai toga hitam,rambut disanggul,dan sepatu hitam.

Dan inilah, foto kelompok saya.

2. Peradilan Semu PTUN

Dua PLKH yang harus saya tempuh di Semester V yaitu Peradilan Pidana dan Peradilan PTUN.PTUN adalah Peradilan Tata Usaha negara.Yaitu peradilan yang menangani kasus kasus gugatan Tata Usaha Negara yaitu sengketa antara kelembagaan negara.
Waktu itu saya menjadi Panitera, yaitu orang yang bertugas mendampingi Majelis Hakim selama persidangan berlangsung.Panitera adalah orang yang mencatat jalannya persidangan,membuat agenda sidang,dan membuat berita acara persidangan.Panitera pada saat Moot Court juga bertugas untuk membuka dan menutup sidang.

Saat itu saya agak lupa kasusnya (soalnya saya blas gag ikut pemberkasan...heheh).Yang pada intinya adalah gugatan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhadap Surat Keputusan Bu[pati di daerahnya.

Kostum yang saya pakai adalah : rok hitam,kemeja putih,blazer hitam,rambut disanggul,dan sepatu hitam.

Berikut adalah saya bersama kelompk PTUN saya...

3.Peradilan Semu Perdata

PLKH terakhir yang saya tempuh adalah PLKH Perdata pada semester VI ini.
Waktu yang diberikan sangat sangat sempit yaitu 3 minggu saja.kali ini Tim saya, agak rempong dan memang benar benar rempong,bayangkan saja dengan waktu sesempit itu bisa bikin apa?Ini kan kerja tim menyatukan 18 kepala di satu tim bukannlah hal yang mudah.
Dan karena saya juga sedang sibuk,maka dalam PLKH ini saya hanya memilih untuk menjadi seorang saksi Tergugat saja.

Kasus yang disidangkan adalah gugatan Wanprestasi.Saya menjadi seorang ibu rumah tangga yang suami saya sebenarnya harus dimasukan dalam dakwaan (saat itu dijadikan eksepsi dari Penasehat Hukum Tergugat).Peran saya adalah ibu rumah tangga agak rese yang meninggalkan suaminya ketika suami saya sedang dalam masalah.

Karena sedikit kesulitan mau menggunakan kostum "ibu rumah tangga " seperti apa, saya memakai : rok hitam,tank top kuning,blazer krem,rambut disanggul,dan sepatu coklat.
Demikian cerita drama hukum saya.....


Salam,
~BikDei~