Thursday, June 24, 2010

Moot Court = Drama Classes


I think, moot court is a drama...drama about the law


Moot court atau dalam bahasa Indonesia adalah peradilan semu..
Bila kalian tidak mengerti apa itu peradilan semu adalah dalam bahasa awam latihan sidang,sidang bohong bohongan..

Saya adalah mahasiswi semester VI Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Dan saya telah menempuh 3 Peradilan Semu, yaitu: Peradilan Semu Pidana,Peradilan semu PTUN,dan Peradilan Semu Pidana.

1.Peradilan Semu Pidana

PLKH Pidana. saya tempuh sewaktu semester V.Waktu yang diberikan buat kelompok kami saat itu hampir 2 bulan.Waktu yang lumayan cukup buat memilih kasus,memodifikasi kasus,pemberkasan,dan inti dari PLKH itu sendiri, yaitu :DRAMA!
Sewaktu PLKH Pidana, saya menjadi seorang Jaksa penuntut Umum (JPU) yang bertugas membuat penuntutan terdakwa dengan pasal pasal Pidana seberat dan sekomplek mungkin.Lawan dari Penuntut Umum adalah Penasehat hukum.
Menjadi seorang Penuntut Umu lumayan ribet karena bersama sama Hakim dan Penasehat hukum menyusun pemberkasan,dan jalan cerita yang sinkron.

Kasus pada saat itu adalah 362 dan 368 KUHP atas dakwaan Terdakwa telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kostumnya adalah: rok hitam.kemeja putih,memakai toga hitam,rambut disanggul,dan sepatu hitam.

Dan inilah, foto kelompok saya.

2. Peradilan Semu PTUN

Dua PLKH yang harus saya tempuh di Semester V yaitu Peradilan Pidana dan Peradilan PTUN.PTUN adalah Peradilan Tata Usaha negara.Yaitu peradilan yang menangani kasus kasus gugatan Tata Usaha Negara yaitu sengketa antara kelembagaan negara.
Waktu itu saya menjadi Panitera, yaitu orang yang bertugas mendampingi Majelis Hakim selama persidangan berlangsung.Panitera adalah orang yang mencatat jalannya persidangan,membuat agenda sidang,dan membuat berita acara persidangan.Panitera pada saat Moot Court juga bertugas untuk membuka dan menutup sidang.

Saat itu saya agak lupa kasusnya (soalnya saya blas gag ikut pemberkasan...heheh).Yang pada intinya adalah gugatan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhadap Surat Keputusan Bu[pati di daerahnya.

Kostum yang saya pakai adalah : rok hitam,kemeja putih,blazer hitam,rambut disanggul,dan sepatu hitam.

Berikut adalah saya bersama kelompk PTUN saya...

3.Peradilan Semu Perdata

PLKH terakhir yang saya tempuh adalah PLKH Perdata pada semester VI ini.
Waktu yang diberikan sangat sangat sempit yaitu 3 minggu saja.kali ini Tim saya, agak rempong dan memang benar benar rempong,bayangkan saja dengan waktu sesempit itu bisa bikin apa?Ini kan kerja tim menyatukan 18 kepala di satu tim bukannlah hal yang mudah.
Dan karena saya juga sedang sibuk,maka dalam PLKH ini saya hanya memilih untuk menjadi seorang saksi Tergugat saja.

Kasus yang disidangkan adalah gugatan Wanprestasi.Saya menjadi seorang ibu rumah tangga yang suami saya sebenarnya harus dimasukan dalam dakwaan (saat itu dijadikan eksepsi dari Penasehat Hukum Tergugat).Peran saya adalah ibu rumah tangga agak rese yang meninggalkan suaminya ketika suami saya sedang dalam masalah.

Karena sedikit kesulitan mau menggunakan kostum "ibu rumah tangga " seperti apa, saya memakai : rok hitam,tank top kuning,blazer krem,rambut disanggul,dan sepatu coklat.
Demikian cerita drama hukum saya.....


Salam,
~BikDei~


No comments:

Post a Comment

Thanks for your comment