Thursday, July 29, 2010

Cerita Seorang Gadis

Suatu ketika ada seorang gadis sedang bepergian ke pantai bersama teman temannya.Si gadis mengendarai mobil pribadinya,sedangkan teman temannya mengendarai mobil yang lain.

Si gadis bermain air,berenang,bermain pasir,dan segala kegiatan lainnya di pantai tersebut.
Sampai akhirnya,siang itu si gadis merasa sangat kepanasan dengan cuaca dan udara di pantai tersebut.Si gadis bersikeras untuk pergi dari tempat tersebut dan menuju bukit bintang,dimana di sana udaranya sejuk dan dapat melihat bintang di kala malam.

Namun,teman temannya tidak ada yang mau menemani si gadis pergi.
"Tujuan kita adalah PANTAI, bukan BUKIT BINTANG"kata salah seorang dari mereka.

Karena merasa berada di tempat yang tidak dia suka,si gadis nekat pergi sendirian meninggalkan pantai tersebut.

Sampai di suatu waktu dalam perjalannanya,mobil si gadis macet di suatu ketinggian tertentu.
Si gadis sama sekali tidak mengerti mesin.
Si gadis kebingungan.Di tempat itu sangat sepi dan tidak ada orang.

Di belakang setir mobilnya,selama beberapa waktu si gadis hanya terdiam berpikir.
Ada tiga pilihan yang harus dia pilih :

1. Putar balik ke belakang dan menemui teman teman yang berda di pantai bawah dengan cara meluncur bebas dari ketinggian tersebut.Terus menurun dia akan samapi di pantai kembali.

2. Jalan terus ke Bukit Bintang dengan cara memperbaiki mesin mobilnya terlebih dahulu.

3. Membanting setir dan menikmati pemandangan di luar mobilnya dan menemukan jalan lain.


Si gadis keluar dari mobilnya.Selama kebingungan tadi,dia tidak menyadari betapa indah alam di sekitarnya.Pohon pohon pinus kesukaannya,bunga bunga liar,dan dia mulai mencium sejuknya hawa pegunungan.

Si gadis bernyanyi dan menari di sana diiringi musik alam.

Setelah menghabiskan beberapa waktu hanya dengan menatap kejauhan,si gadis menemukan sebuah jalan.Terjal mungkin,tapi ini pilihannya.

Si gadis tiba tiba ingat bahwa dia tidak mempunyai cadangan bahan bakar bensin buat mobilnya,dia juga sama sekali tidak mengerti mesin mobil,mengharapkan orang lain untuk memperbaiki mobilnya sepertinya mustahil.Pilihan kedua pun dia coret.

Bagaimana dengan pilihan pertama??

Si gadis mampu mengendalikan laju mobilnya melesat turun.Tapi apa iya harus menelan ludahnya sendiri dengan kembali ke pantai?Dia punya impian pergi ke Bukit Bintang.Dan dia akan ke sana.

Lalu si gadis mengambil selang dalam bagasinya,menyedot bensin dan ditempatkan ke dalam derigen.
Si gadis mengambil tas ransel besar yang berada di jok belakang, di sana ada semua keperluannya.

Yang dia lakukan kemudian adalah,menunggu teman temannya datang melewati mobil macetnya.Membuat tanda agar mereka berhenti dan mengambil bensin yang telah ia kumpulkan.Si gadis tidak lagi memerlukannya.

Selang agak lama,si gadis mendengar derum mesin mobil.Si gadis bersembunyi di semak semak belukar.

Dan memang benar,teman temannya berhenti melihat tanda yang dilihat si gadis.Lalu mereka mengambil bensin tersebut dan pergi meninggalkan temapt tersebut.

Tersenyum,si gadis melihat tersebut.
"Semoga selamat sampai tujuan.Dari awal tujuan kita memang berbeda"

Lalu si gadis mengikat rambutnya,menyembunyikan rambut panjangnya dalam topi.Menyembunyikan identitas wanitanya untuk berjaga jaga selama perjalanan.

Lalu dia berjalan menuju Bukit bintang...Terus Berjalan seorang diri.

Si gadis tidak takut kegelapan,tidak takut binatang buas,dan tidak takut dengan manusia lain.

Namun,berharap ada orang lain yang juga ingin menuju Bukit Bintang...

Jika tak adapun,si gadis akan tetap jalan terus dengan caranya sendiri.
Karena hati dan pikirannya sendiri adalah kemuduiyang paling akurat dan tak akan menyesatkannya,

Salam,
~BikDei~

Monday, July 5, 2010

Perkanalkan,Saya Cappucinno

Saya mencintai kopi....
Saya sedang membaca buku "Katakan Cinta Dengan Kopi" karangan Veronica..Buku ini BUKANLAH NOVEL karena saya menemukan buku tersebut di rak bagian Psikologi Umum.

Lalu saya teringat kembali dengan karakter kopi yang saya ciptakan sendiri untuk diri saya.

Saya adalah Cappucinno....
Cappucino yang disarankan oleh para pecinta kopi untuk orang lain karena rasanya yang mudah melekat untuk semua lidah penikmat kopi.Cappucinno yang ramah dengan kandungan kopi rendah yang siap memperkenalkan lidah Anda dengan berbagai jenis kopi lain.


Ini adalah Cappucinno yang saya minum di D'Caffinno

Jadi,kopi apakah anda sekalian??

Salam,
~BikDei~