Monday, August 23, 2010

Cerita Tentang Orang Gila

Orang Gila atau lebih dikenal dengan sebutan "gak waras" dalam arti yang sebenarnya adalah orang yang mengalami gangguan kejiwaan.Penyebab orang sehat dapat menjadi gila banyak faktornya...masalah yang terlalu berat dan tidak mampu diselesaikan oleh akal pikirannya mungkin salah satu contoh saja.

Kira kira mungkin seminggu yang lalu ketika saya sedang duduk duduk sambil menikmati malam di Ngarsopuro,tiba tiba saja seorang gila lewat dan mencuri perhatian saya seketika itu.Orang gila itu seorang perempuan yang lumayan cantik untuk kelas seorang tidak waras dan memakai kaos sebuah klub bola dunia.

Tertawakah???
Itu adalah pertanyaan yang muncul di benak saya saat itu juga.
Tidak,dia tidak sedang tertawa apalagi tersenyum kosong..Dia hanya diam saja sambil sekali kali berbicara pada angin.

Dan tentu saja saya tidak mungkin mengikuti si orang gila tersebut.Saya lebih tertarik mendiskusikan dan berbagi pengalam tentang orang gila dengan teman saya yang kebetulan sedang menikmati udara malam di Ngarsopuro.

Berikut adalah beberapa reka ulang pengalaman saya dengan beberapa orang gila yang saya temui :

1. Minggu sore waktu itu hujan sangat lebat..Dan sakit kepala bekas operasi Mama kambuh,.Saya pun segera menuju ke apotek terdekat yang buka hari minggu.Masih memakai mantel hujan saya dan sangat sangat terburu,saya masuk ke dalam apotek dan langsung memesan obat unutk Mama.Tak berapa lama saya sudah mendapat obat yang saya maksud dan bergegas menuju motor saya untuk segera pulang.Dan seperti biasa,saya kehilangan kunci motor saya.Dengan susah payah saya mengecak semua kantong celana pendek saya saat itu,mengingat ingat dan tiba tiba saja pandangan saya jatuh kepada si orang gila yang sedang menari nari di bawah hujan dengan memain mainkan kunci motor saya.Yup....kunci motor saya dipegang orang gila tersebut,dan saya benar benar butuh kunci itu segera.
Marah...saat itu saya benar benar marah kepada si orang gila.Dan mungkin orang yang lewat di jalan raya itu juga menganggap saya gila karena berantem dengan orang gila di tengah hujan.Si orang gila tetap menari nari dan saya tidak bisa merebut kunci motor yang dia mainkan.Sampai akhirnya (sejenak inging menonjoknya hingga jatuh) saya tarik lengan orang gila itu dan berteriak "MAMAKU BUTUH OBAT INI SEKARANG JUGA!!!!!!!"
Entah karena takut atau kaget atau apapun....
Si orang gila menyerahkan kuncinya kepada saya.Saya tinggal begitu saja.

2. Suatu Sore setelah pulang dari Sukoharjo Kota sendirian, saya berusaha mencari jalan lain (bukan jalan raya atau alternatif yang sudah saya ketahui sebelumnya) untuk mencoba mungkin saja jalan baru yang saya temukan bisa membuat saya lebih cepat melewatkan Sukoharjo-Rumah.
Dan yang terlihat waktu itu hanya sawah semata..Sampai saya tiba di sebuah desa kecil (entah apa namanya).Ketika sampai di sebuah pertigaan,saya kembali bertanya kepada orang yang sekiranya berada di situ.Di kiri jalan saya ada seorang bapak yang sedang menyapu teras rumahnya.Sedangkan di seberang kanan saya ada sekumpulan cowok yang sedang nongkrong di sebuah Pos Kamling.
Bapak tersebut menyebutkan saya harus ke kanan jika inging samapi di Kartasura.
Lalu kemudian cowok cowok di seberang jalan kontan menyerui saya untuk mendekat.Waktu itu saya menjadi sangat sangat curiga dengan cowok cowok tersebut,tetapi saya nekat mendekat dan ingin tahu kenapa saya dipanggil untuk mendekat.
Dan, "Mbak,,bapake kae edyannnn........"
Bingung....saya benar benar bingung saat itu.Tetapi harus segera mengambil keputusan karena hari semakin larut dan saya masih berada di antah berantah.
Saya pun berusaha mempercayai cowok cowok tersebut dan menuju ke kiri jalan.
Dan ternyata mereka memberi ionformasi yang benar...
Terima kasih...

3. Beberapa bulan kemarin ketika minum es degan di depan Jurug,saya tiba tiba ingin masuk ke Rumah Sakit Jiwa Kentingan yang memang letaknya tidak jauh dari kampus sekaligus tempat minum saya saat itu.Hanya bermodal membayar parkir dan mengelabuhi satpam sekaligus perawat yang sedang berjaga,saya jalan jalan ke semua lingkungan RSJ tersebut.
Mungkin ketika saya nanti dikatakan "gila" bahkan "tidak waras" dan akhirnya dirawat di RSJ tersebut,saya akan bertambah gila.
Sedikit sok tahu, "mungkin yang diperlukan orang gila adalah kehangatan dan kebersamaa,bukan sebuah terali besi yang membatasi kebebasan mereka"

Itu semua adalah beberapa pengalaman saya dengan orang gila yang bisa saya ceritakan danmasih saya ingat.
Kalau kata kakak saya " dik,,kamu kok banyak banget berurusan dan diganggu orang gila"

Atau mungkin juga saya ini juga gila??

Yang pasti,Jangan kucilkan orang gila dan jangan membuat keadaan dimana seorang gila tersebut terlihat lebih gila lagi di pandangan masyarakat.

Salam,
~BikDei~

Thursday, August 5, 2010

Jika Saya Buta Nanti

Bayangkan jika anda menjadi mendadak buta.Tidak bisa melihat.Yang tersisa tinggalah kegelapan yang tiada berlabuh.

Bingung?
Putus Asa?
Marah dengan keadaan?
Sedih?
Kecewa?
Bermimpi untuk dapat melihat kembali?

Lalu bagaimana jika dalam kebutaan itu anda harus segera menentukan langkah anda selanjutnya?

Meminta tolong kepada orang lain kah?
Atau kembali napak tilas langkah anda sebelumnya dan mundur terus sampai anda menemukan tempat aman bagi anda?

Anda memutuskan untuk terus melangkah ke depan karena bagi anda mundur tak akan merubah apapun dan diam di tempat sama dengan tidak memperbaiki apapun.

Ketika anda berjalan,kemudian anda merasakan adanya sebuah jembatan.Sebuah jembatan dengan sebuah titihan berupa bambu.
Apa yang akan anda lalukan?
Terus berjalan kah?

Kalau saya menjadi anda,saya akan berhenti sejenak.
Sejenak berdoa.
Menajamkan pendengaran saya,mendengarkan kemana arah jalannya sang angin..menghantam sebuah batasan apakah si angin.
Menghela napas panjang lalu membuka lebar lebar mata batin saya.Menajamkan insting.

Lalu melepas semua alas kaki saya.Semuanya tanpa sisa agar saya benar benar bisa membaca setiap ruas bambu yang akan saya lalui.
Menanggalkan semua beban yang saya bawa.Beban di kepala,tangan,kaki,dan hati saya.

Lalu mulai meregangkan tangan,bukan untuk mencari pegangan di kanan,kiri,depan,atau belakang.
Hanya sekedar meregangkan untuk keseimbangan ketika saya menyeberang.Pegangan sesungguhnya sudah ada pada mata hati dan batin saya.

Lalu saya siap meraba tiap ruas bambu dengan jari jari kaki saya sebelum meletakan telapak kaki saya.

Satu per satu
Lambat mungkin,tapi saya ingin selamat dan akan selamat.

Salam,
~BikDei~