Skip to main content

Jika Saya Buta Nanti

Bayangkan jika anda menjadi mendadak buta.Tidak bisa melihat.Yang tersisa tinggalah kegelapan yang tiada berlabuh.

Bingung?
Putus Asa?
Marah dengan keadaan?
Sedih?
Kecewa?
Bermimpi untuk dapat melihat kembali?

Lalu bagaimana jika dalam kebutaan itu anda harus segera menentukan langkah anda selanjutnya?

Meminta tolong kepada orang lain kah?
Atau kembali napak tilas langkah anda sebelumnya dan mundur terus sampai anda menemukan tempat aman bagi anda?

Anda memutuskan untuk terus melangkah ke depan karena bagi anda mundur tak akan merubah apapun dan diam di tempat sama dengan tidak memperbaiki apapun.

Ketika anda berjalan,kemudian anda merasakan adanya sebuah jembatan.Sebuah jembatan dengan sebuah titihan berupa bambu.
Apa yang akan anda lalukan?
Terus berjalan kah?

Kalau saya menjadi anda,saya akan berhenti sejenak.
Sejenak berdoa.
Menajamkan pendengaran saya,mendengarkan kemana arah jalannya sang angin..menghantam sebuah batasan apakah si angin.
Menghela napas panjang lalu membuka lebar lebar mata batin saya.Menajamkan insting.

Lalu melepas semua alas kaki saya.Semuanya tanpa sisa agar saya benar benar bisa membaca setiap ruas bambu yang akan saya lalui.
Menanggalkan semua beban yang saya bawa.Beban di kepala,tangan,kaki,dan hati saya.

Lalu mulai meregangkan tangan,bukan untuk mencari pegangan di kanan,kiri,depan,atau belakang.
Hanya sekedar meregangkan untuk keseimbangan ketika saya menyeberang.Pegangan sesungguhnya sudah ada pada mata hati dan batin saya.

Lalu saya siap meraba tiap ruas bambu dengan jari jari kaki saya sebelum meletakan telapak kaki saya.

Satu per satu
Lambat mungkin,tapi saya ingin selamat dan akan selamat.

Salam,
~BikDei~

Comments

Post a Comment

Thanks for your comment

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Pentingnya Identitas Diri

Surabaya, 1 November 2015

Selamat malam pembaca . Btw, masih adakah pembaca blog ini setelah setahun lebih tidak dibuka.
Well, pertama saya ucapkan terima kasih untuk koneksi gratis kost baru saya dan kepusingan menjelang ujian proposal tesis saya besok sehingga membuat saya kembali menulis di sini.

Hmm....topik apa yang menarik hari ini? Biar kita mulai dari udara.

Belajar Menggambar

Ada satu beberapa benda yang selalu saya temui di Toko Buku Gramedia (Jln.Slamet Riyadi) yang tidak mungkin bisa saya beli.Benda benda tersebut adalah lukisan anak anak SD yang dipampang di tangga yang menuju lantai dua Gramedia tersebut.

Yup....
Hanya sebuah lukisan gambar anak anak SD.Apa menariknya??
Menarik karena samapi kapanpun saya tidak akan pernah bisa membuat gambar seperti itu.

Dan sangat kebetulan,ketika saya membersihkan kamar dan menemukan 'harta' saya ketika masih muda.hehe.
Benda tersebut adalah pensil warna dan cat air.
Dengan membeli sebuah buku gambar 20 x30 cm saya siap belajar menggambar!!!!!




Menurut info yang saya dapet dari Wikipedia, Menggambar adalah kegiatan kegiatan membentuk imaji dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.

Dan menurut saya, Menggambar adalah hal yang mustahil untuk saya lakukan.Entahlah mungkin tangan saya tidak mempuny…