Sunday, February 17, 2013

Rectoverso : Cinta Yang Tak Terucap

Cinta yang tak terucap. Kalau boleh saling jujur, pasti semua manusia di dunia pernah merasakan dan mengalami cinta yang tak terucap. Mungkin itu juga yang coba ditampilkan oleh Dewi "Dee" Lestari lewat kumpulan cerpen Rectoverso.

Rectoverso sendiri merupakan hibrida antara karya fiksi dan musik yang kemudian diangkat ke layar leba,r sama dengan saudaranya, Perahu Kertas. Well, di sini saya akan mecoba berbagi cerita tentang Film Rectoverso saja  ( karena saya belum sempat membaca bukunya).

Lagi, untuk kedua kalinya karya Dewi Lestari diangkat ke layar lebar. Dan lagi, bertemakan cinta (hehe). Tapi kali ini Rectoverso muncul dengan 5 plot yang berbeda dan saling berdiri sendiri. Sengaja memanfaatkan moment valentine film ini mulai launching tanggal 14 Februari 2013 sepertinya sangat cocok dengan momen romantis yang sedang mewabah tiba-tiba.

Dari segi cerita, film ini menceritakan 5 plot cerita cinta yang berbeda dan tidak berhubungan satu sama lain seperti dalam bukunya. Digarap 5 sutradara dari kalangan artis, menurut saya langkah berani sekaligus promosi dari seorang Dewi Lestari. Di film ini peran Dewi Lestari hanya sebatas sebagai penonton, berbeda dengan Perahu Kertas sebelumnya dimana skenario langsung digarap oleh Dee. Rectoverso juga disajikan dalam english translation.


- Malaikat Juga Tahu / Angel Knows
 Ternyata Abang, seorang penderita autism (Lukman Sardi) juga bisa merasakan cinta kepada Leia (Prisia Nasution). Dengan segala keterbatasan, meski tak terucap, cinta seorang Abang begitu nyata kepada Leia. Disutradarai oleh Marcella Zalianty, plot ini yang paling saya suka. That was a true love from Abang :)

- Firasat / Premonition
Senja (Asmirandah) dan Panca (Dwi Sasono) sama-sama mempunyai kelebihan dibandingkan orang lain dan tergabung di klub Firasat. Bahasa cinta di antara mereka begitu jelas meski tiada pernah kata cinta itu terucap.  Plot  garapan sutradara Rachel Maryam ini menggambarkan bahwa cinta yang nyata itu kembali tak terucap karena firasat Senja terhadap Panca.

- Cicak di Dinding / Lizard on the Wall
Disutradarai oleh Cathy Sharon, Cicak di Dinding berhasil mewakili sisi sensualitas  cinta dalam Rectoverso. Cinta seorang pelukis, Taja ( Yama Carlos ) kepada Saras ( Sophia Latjuba) yang diawali dengan sensasi kilat ternyata tak sesingkat seperti pertemuan mereka. Cinta yang masih ada itu tak sempat terucap karena keadaan yang memutuskan demikian.

- Curhat Buat Sahabat / Stories for my Bestfriend
Curhat Amanda ( Acha Septriasa ) kepada sahabatnya Reggi (Indra Birowo) mengenai kekecewaan terhadap mantan kekasihnya. Olga Lidya membuat plot ini menarik dengan alur maju mundur dan komedi khas dari dua orang sahabat ini mampu membuat penonton tertawa . Uniknya, ketika Amanda mulai merasakan cinta yang tulus dari Reggie, saat itu pula Reggi justru memiliha tetap memendam rasa cintanya kepada Amanda.

- Hanya Isyarat / It's Only a Sign
Mengambil setting kebanyakan di pantai, liburan sekaligus acara kopi darat forum milis (mailing list) membuat Al (Amanda Soekasah) seketika jatuh cinta dengan Raga ( Hamish Daud ). Melalui permainan menceritakan kisah paling menyedihkan yang pernah dialami, Al memutuskan bahwa kisah sedih Raga merupakan isyarat bahwa rasa cintanya tak perlu diucapkan kepada Raga. Plot ini disutradarai Happy Salma.

Kelima cerpen yang tergabung dalam Rectoverso tersebut punya satu kesamaan, yaitu cinta yang tak terucap. Satu hal yang paling saya suka dari Dewi Lestari yaitu kisah cinta yang khas namun bukan model roman picisan. Cinta yang tersirat namun nyata. Dan hanya sebagian orang yang mampu menangkap isyaratnya. Menurut saya di situlah sisi romantisnya :)

“Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya" Dee, Rectoverso.

Special thanks to kamu yang tak menyukai drama namun mau menemani nonton film ini :)

Salam,
~BikDei~


2 comments:

Thanks for your comment