Skip to main content

Berondong, Player, atau Bencong?

Selamat pagi Surabaya...
Sudahkah anda nyoblos pemimpin daerah tanggal 9 kemarin??Kalau saya jujur tidak pernah nyoblos semenjak tinggal di Surabaya.
Seperti banyak orang lain saya dan beberapa teman saya hanyalah penikmat libur sehari kemarin.

Yup, kemarin saya tidak bepergian ke luar kota seperti biasanya, hanya menikmati suasana kota pahlawan. Kebetulan saya tinggal dan bekerja di kawasan tengah kota Surabaya yang mana jarak kantor dan kost yang normal bisa ditempuh 15 menit bisa bergeser menjadi 30 menit kalau kamu telat beberapa menit dan bahkan bisa menjadi berjam-jam bila jam jam tertentu.
Foto pria ini saya ambil di google dan tidak merefeksikan apapun. Sekedar gambar pria terganteng versi saya ketika menng-klik "gambar pria"



Jadi siang kemarin saya dan teman saya sedang terjebak dan menikmati kemacetan di Jl. Ahmad Yani. Di depan kami pas ada seorang cowok yang naik motor dan memakai celana super pendek dan kemeja yang saya yakin adalah baju atasan perempuan. Ditambah kaki yang super mulus dan sepatu motif leopard. Well...

B  : Cuma perasaanku aja atau cowok kayak gitu itu makin banyak ya?
X  : Ya karena kita makin memaklumi dan menerima orang seperti itu, jadi mereka menjadi semakin pede dengan keadaannya dan bahkan membentuk komunitas tersendiri.
B : Iya makin banyak teman dan sekitarku yang seperti itu.
X : Ya mungkin karena emansipasi wanita kali ya... Dimana sektor pekerjaan yang mayoritas pria dimasukin wanita dan sebaliknya. Imbas negatifnya kan homo dan lesbi juga menjadi semakin tinggi.
B : Yes termasuk di lingkungan kita sendiri, dunia perbankan. Meski kita bekerja di bank yang berbeda, aku yakin komposisi orang yang bekerja tak jauh berbeda.
X : Ya karena kita bekerja di dunia pelayanan. Dimana gaji yang kata orang awam tinggi tapi sebenarnya tidak ( haha!). Kita hanya hidup di dunia profesional muda yang hedon dan mengedepankan penampilan. Meski tidak ada aturan tertulis kamu harus bersih rapi but you must to be good looking always.
B : Yes its true. Termasuk posisi kerja saya mungkin. Dua minggu kemarin saya training di Jakarta dan well yeah mayoritas memang pria. Mereka berpikir seorang sarjana hukum pria lebih kuat dalam menghadapi permasalahan permasalahan hukum. Ada beberapa orang berpikir seorang legal itu harusnya pria bahkan ada yang menolak legal adalah seorang perempuan. Tapi kenyataannya cabang terbesar bank kami dibawah tiga orang legal dan semuanya wanita.
X : Aku juga capek, tiap hari bertemu orang-orang kaya yang didominasi bukan oleh ras asli Indonesia yang terkadang bersikap sangat menyebalkan hanya karena mereka merasa berduit. Bukankah kita sudah secara tidak langsung diajarkan untuk tidak berperasaan. Hehe.....

Selain masalah sektor pekerjaan yang terbalik balik mungkin karena kita lebih condong ke gaya hidup kebarat-baratan. Gak perlu dijelasin dimana letak kebarat-baratannya. Karena sudah sangat sangat jelas di pergaulan terutama anak muda.
Sedangkan korelasi dengan berondong, player, atau bencong?
Ya memang saya hidup dan dikelilingi tiga jenis pria tersebut. Selain kehidupan perkantoran ternyata semua teman saya mayoritas didominasi dengan orang-orang yang umurnya dibawah saya. Yes katanya mereka saya mempunyai tingkat kedewasaan yang mundur dua sampai tiga tahun dibelakang saya membuat saya memang lebih sering bergaul dengan berondong-berondong.

Player? well banyak sekali pria seumuran saya dan yang lebih tua dari saya adalah player-player berengsek yang ganteng dan baik hati. hehe....

Bencong, sekong, homo. Yes they are my bestfriend.

Which one do you want?

Salam,
BikDei

Comments

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Pentingnya Identitas Diri

Surabaya, 1 November 2015

Selamat malam pembaca . Btw, masih adakah pembaca blog ini setelah setahun lebih tidak dibuka.
Well, pertama saya ucapkan terima kasih untuk koneksi gratis kost baru saya dan kepusingan menjelang ujian proposal tesis saya besok sehingga membuat saya kembali menulis di sini.

Hmm....topik apa yang menarik hari ini? Biar kita mulai dari udara.

Belajar Menggambar

Ada satu beberapa benda yang selalu saya temui di Toko Buku Gramedia (Jln.Slamet Riyadi) yang tidak mungkin bisa saya beli.Benda benda tersebut adalah lukisan anak anak SD yang dipampang di tangga yang menuju lantai dua Gramedia tersebut.

Yup....
Hanya sebuah lukisan gambar anak anak SD.Apa menariknya??
Menarik karena samapi kapanpun saya tidak akan pernah bisa membuat gambar seperti itu.

Dan sangat kebetulan,ketika saya membersihkan kamar dan menemukan 'harta' saya ketika masih muda.hehe.
Benda tersebut adalah pensil warna dan cat air.
Dengan membeli sebuah buku gambar 20 x30 cm saya siap belajar menggambar!!!!!




Menurut info yang saya dapet dari Wikipedia, Menggambar adalah kegiatan kegiatan membentuk imaji dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.

Dan menurut saya, Menggambar adalah hal yang mustahil untuk saya lakukan.Entahlah mungkin tangan saya tidak mempuny…