Skip to main content

Antara Surabaya dan Semeru


Antara Surabaya dan Semeru

Tersentak di pagiku
Kujarang air untuk kupiku
Merenung kupandang buih
Meregang jarak kemarin di Semeru

Lalu deru mobil melaju meninggalkan teras
Tanda pegawai memulai menjemput laju
Dua tiga lima kali terdengar sirine mengeras
Mengumpat menarik batas



Antara Surabaya dan Semeru
Jengah
Tumpukan kertas inginku
Ingin ku habiskan dalam sekali kejap
Kemudian dia mencibiri cermin
Kepada kertas yang membawanya kemarin
Kemarin di Semeru
Laki, perempuan dan bini orang
Tak hentinya meraung
Minta jawaban kepada seorang amatiran
Lalu kepada siapa kuberkesah?
Kepada anda yang bahkan segan menjawab tanya?
Tanya yang kau buat kabur dibawa kabut
Hilang dan kembali jengah
Kata mereka cinta adalah jawaban
Jawab dari sekian tanya
Sedang sang pecinta tak kurang dirasa
Ibu pernah berucap
Pulanglah bila telah kau temukan
Hai bunda
Haruskah aku pulang sekarang?
Bukankah menakar senang dengan cinta merupakan wujud kekerdilan?
Sama dengan tiga ratus enam puluh derajat mengitari ranu dianggap ketidakwarasan.
Antara Surabaya dan Semeru
Jurang antara beribu ekspektasi dan sejuta mimpi
Ke puncak sekali lagi bersamaku
Bisakah itu?

( Surabaya, May 17, 2016 )

-Ebikdei-

Comments

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Pentingnya Identitas Diri

Surabaya, 1 November 2015

Selamat malam pembaca . Btw, masih adakah pembaca blog ini setelah setahun lebih tidak dibuka.
Well, pertama saya ucapkan terima kasih untuk koneksi gratis kost baru saya dan kepusingan menjelang ujian proposal tesis saya besok sehingga membuat saya kembali menulis di sini.

Hmm....topik apa yang menarik hari ini? Biar kita mulai dari udara.

Belajar Menggambar

Ada satu beberapa benda yang selalu saya temui di Toko Buku Gramedia (Jln.Slamet Riyadi) yang tidak mungkin bisa saya beli.Benda benda tersebut adalah lukisan anak anak SD yang dipampang di tangga yang menuju lantai dua Gramedia tersebut.

Yup....
Hanya sebuah lukisan gambar anak anak SD.Apa menariknya??
Menarik karena samapi kapanpun saya tidak akan pernah bisa membuat gambar seperti itu.

Dan sangat kebetulan,ketika saya membersihkan kamar dan menemukan 'harta' saya ketika masih muda.hehe.
Benda tersebut adalah pensil warna dan cat air.
Dengan membeli sebuah buku gambar 20 x30 cm saya siap belajar menggambar!!!!!




Menurut info yang saya dapet dari Wikipedia, Menggambar adalah kegiatan kegiatan membentuk imaji dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.

Dan menurut saya, Menggambar adalah hal yang mustahil untuk saya lakukan.Entahlah mungkin tangan saya tidak mempuny…