Sunday, October 23, 2016

Kepercayaan dan pengharapan bagi etnis Tionghoa

Surabaya, Oktober 2016

Kota Surabaya dengan berbagai etnis yang mendiaminya adalah tempat dimana saya berdomisili saat ini. Selain Kota Solo, Surabaya dan berbagai hal yang berada di dalamnya telah melekat dan mempunyai tempat tersendiri di hati saya.

Tak diragukan lagi, bila etnis Tionghoa menjadi dominan di Kota Pahlawan ini. Hampir sama kasusnya bila dibandingkan dengan Kota Semarang. Bila sebelumnya saya pernah menulis notes facebook  mengenai steriotipe yang saya alami langsung terhadap orang-orang etnis Tionghoa yang saya jumpai di Surabaya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman sekaligus kekaguman saya terhadap etnis yang sangat dikenal sebagai pedagang ini. Hehe.
balon udara di Festival Bulan Purnama

Kangen karya Andi Gunawan

Kangen

Cangkir pertama ialah pertanda
ia bukan yang terakhir
sebab mengingatMu mirip takdir
tak pernah sederhana.

2012
gambar ambil di Google

Hap! Andi Gunawan, hal 68


Salam,
Ebikdei

Sunday, October 2, 2016

Kota Manis Pangkalan Bun : Liburan Hari Pertama

Surabaya, 2 Oktober 2016

Masih tentang cerita  perjalanan saya di Boneo. Kali ini saya akan menceritakan Kota Pangkalan Bun diluar perjalanan saya di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ).

Pangkalan Bun adalah ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Pangkalan Bun dikenal dengan slogannya KOTA MANIS, yang merupakan kependekan dari Minat, Aman, Nikmat, Indah, dan Segar.

Kota Pangkalan Bun dapat ditempuh dengan akses darat, laut , maupun udara. Jalur darat yang dikenal dengan  Jalan Trans Kalimantan. Beruntung saya sudah sempat mencicipi sedikit Jalan Trans Kalimantan yang lumayan bikin saya tidak bisa diam di tempat duduk. Hehe.

Akses melalui laut dilewati melalui Pelabuhan Kumai yang melayani jurusan pelayaran ke Semarang dan Surabaya. Fyi, Kota Pangkalan Bun ini paling dekat dengan akses Pulau Jawa yaitu Kota Semarang . Kota ini juga telah dilengkapi dengan Bandar Udara Iskandar yang mempunyai rute ke Jakarta, Semarang, Surabaya, Sampit, Ketapang, Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin dan Palangkaraya ( ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ).

Maskapai udara di Bandar Udara Iskandar yang dapat kita jumpai yaitu Garuda Indonesia, Kalstar, Trigana Air dan paling baru adalah Wings Air. Beruntung karena saya berdomisili di Surabaya, sehingga saya dapat menuju Kota Pangkalan Bun dengan penerbangan direct Kalstar dan Trigana saat itu dengan jarak tempuh 1 jam 15 menit. 

Ketika berada di suatu tempat baru biasanya hal-hal yang saya cari adalah : tempat wisata, makanan khas, oleh-oleh, pasar, kegiatan keramaian, dan kalau ada kopi khas daerah tersebut. Berikut ringkasan beberapa tempat yang telah saya kunjungi di Kota Manis Pangkalan Bun.

1. Pantai Kubu
Pantai Kubu
Saya tiba di Pangkalan Bun saat masih pagi karena pesawat saya dari Surabaya pukul 6 pagi. Bersama teman saya, kami pun langsung menuju ke Pantai Kubu yang letaknya tak jauh dari pusat Kota Pangkalan Bun. Biasanya pantai ini rame ketika akhir pekan saja. Alhasil kami menikmati keindahan Pantai Kubu yang panas sambil sarapan pagi. Ikan . Yah berada di Pangkalan Bun memang tak jauh dari makan ikan sehari-hari.

Saturday, October 1, 2016

Trip 3 Hari 2 Malam di Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP )

Liburan kemana kamu?
Ah..itu pertanyan yang hampir semua orang kantor saya tanyakan ketika saya mengajukan cuti selama lima hari.

" Saya mau ke Kalimantan, mau lihat Orang Utan. "
" Again? Ke hutan lagi? Kenapa jauh banget?"
Well said. Saya belum pernah lho ke luar negeri, dan yang berkata jauh tadi rata-rata sudah pernah liburan ke luar negeri.
Orang Utan Taman Nasional Tanjung Puting
Praktisnya, selain waktu dan budget yang disiapkan, langkah awal yang harus saya tempuh adalah memilih agen perjalanan untuk Borneo trip saya kali ini. Beruntung, saya mempunyai seorang teman yang berdomisili di Pangkalan Bun , tempat yang saya akan tuju sekaligus sudah pernah ke Taman Nasional Tanjung Puting ( TNTP ). Beberapa kontak agen mulai saya pilah dan pilih dari rekomendasi teman saya tersebut. Pilihan saya jatuh kepada http://beborneotour.com

Trip yang saya pilih adalah sebuah open trip ke TNTP selama 3 hari 2 malam dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2016. Karena saya hanya mendaftar untuk diri sendiri jadi saya memang telah siap  memulai trip dengan orang baru baik lokal maupun turis mancanegara. Fyi, tempat yang saya tuju ini terkenal lebih didominasi turis mancanegara.

Day 1
Saya telah sampai di Pangkalan Bun sehari sebelumnya. Jadi saya adalah orang paling woles saat itu untuk memulai trip pada jam berapapun. Menurut info, trip kali ini terdiri 7 orang, dimana 4 orang lokal dan 3 orang turis asing. Karena open trip, alhasil guide kami harus menjemput dan menyesuaikan penerbangan semua orang. Hari itu 4 orang dari Jakarta, 2 orang dari Semarang dan saya sendiri dari Surabaya.
Karena delay pesawat, trip kami pun molor dan baru dimulai jam 2 siang dari pelabuhan Kumai.

klotok
Tanjung Puting merupakan hutan taman nasional yang terkenal dengan satwanya Orang Utan. Tripnya sendiri memasuki kawasan hutan melalui Sungai Sekonyer menggunakan klotok. Kegiatan makan, tidur, mandi semua dilakukan di dalam klotok. Klotok sendiri beroperasi dengan 4 orang yaitu : kapten, anak buah kapal ( ABK ), juru masak, dan guide yang membimbing kami masuk ke dalam kawasan TNTP.