Skip to main content

Mescusuar Sembilangan Madura

Menara Mercusuar Sembilangan

Beberapa waktu lalu, ketika saya masih berdomisili di kota Surabaya, saya berkesempatan mengunjungi Mercusuar Sembilangan di Madura. Tepatnya tempat ini berada di Kabupaten Bangkalan, Madura. Akses paling mudah ditempuh melalui jalur darat dengan menyeberang jembatan sekaligus jalan tol Suramadu, yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura. Biaya masuk tol untuk sekali masuk terbilang lumayan mahal menurut saya, yaitu Rp 30.000,- untuk angkutan roda empat atau lebih untuk sekali lewat.  Sehingga ongkos untuk sekali pergi dan kembali dari pulau  Madura yaitu Rp 60.000,-. Lumayan juga kan.

Semoga ongkos keluar masuk di tol Suramadu benar-benar dipergunakan untuk perawatan jalan tol.

Mercusuar ini berlokasi di Dusun Sembilangan, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Saya sarankan menggunakan aplikasi Google Maps untuk sampai ke mercusuar ini sesuai pengalaman saya. 

Sejarah mercusuar ini merupakan peninggalan dari pemerintah kolonial Belanda semenjak tahun 1878. Mercusuar ini terdiri dari 17 tingkat lantai, dimana 16 tingkat lantainya adalah badan dari mercusuar, dan 1 lantai paling atas untuk lampu mercusuar yang ketinggiannya mencapai 78 meter. Tiap lantainya terbuat dari kayu, sedangkan dinding mercusuar terbuat dari lempengan besi besar. Sebelum naik ke mercusuar, saya diharuskan membayar bea masuk sebesar Rp 3.000,-. Beruntung saat itu pengunjung masih diperbolehkan naik sampai ke lantai paling atas mercusuar, karena saat ini pengunjung yang datang tidak diperbolehkan naik ke atas mercusuar dan hanya diperbolehkan mengambil gambar dari bawah mercusuar Sembilangan ini.

Saya sendiri sempat naik ke dalam mercusuar sampai lantai ke 7, dan memutuskan untuk kembali ke bawah karena kelelahan menaiki tangga. Dari atas bangunan mercusuar, kita dapat melihat pemandangan indah di bawah yang menampakkan Selat Madura lengkap dengan lalu lalangnya kapal-kapal yang melewati daerah tersebut. Sebagai informasi, sampai saat ini Mercusuar Sembilangan ini masih aktif dikelola oleh Departemen Perhubungan untuk dijadikan navigasi hilir mudik kapal yang lewat di daerah tersebut.
pemandangan dari atas mercusuar

Keberadaan Mercusuar Sembilangan sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Bangkalan ini telah dilengkapi dengan disediakannya lahan parkir untuk kendaraan pengunjung, toilet umum, dan warung makan yang berdiri di sekitar bangunan mercusuar. 

Mercusuar Sembilangan ini juga telah banyak dijadikan  obyek fotografi pribadi maupun untuk keperluan pemotretan pre wedding. Kebetulan saat saya berkunjung sempat bertemu dengan pasangan yang sedang melakukan pemotretan pre wedding. Saran saya sebaiknya membawa payung, sun block atau minuman segar sendiri karena cuaca di pulau Madura cenderung lebih panas dibandingan di Surabaya.

Kelelahan dan kepanasan setelah mengunjungi  Mercusuar Sembilangan di Madura? Kalian bisa mampir istirahat dan makan di bebek Sinjay yang telah tersohor, atau dapat juga mencicipi menu lain seperti bebek Songkem, yang keduanya dapat kalian temui di perjalanan pulang menuju tol Suramadu dan kembali ke kota Surabaya.

Salam,
Ebikdei

Comments

Popular posts from this blog

Budaya Ngopi di Gresik

Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Jawa Tengah dan Jogjakarta yang lebih gemar ngeteh di wedangan, masyakakat Jawa Timur lebih dikenal dengan kebiasaannya ngopi sembari nyangkruk atau nongkrong di warung kopi.

Pentingnya Identitas Diri

Surabaya, 1 November 2015

Selamat malam pembaca . Btw, masih adakah pembaca blog ini setelah setahun lebih tidak dibuka.
Well, pertama saya ucapkan terima kasih untuk koneksi gratis kost baru saya dan kepusingan menjelang ujian proposal tesis saya besok sehingga membuat saya kembali menulis di sini.

Hmm....topik apa yang menarik hari ini? Biar kita mulai dari udara.

Belajar Menggambar

Ada satu beberapa benda yang selalu saya temui di Toko Buku Gramedia (Jln.Slamet Riyadi) yang tidak mungkin bisa saya beli.Benda benda tersebut adalah lukisan anak anak SD yang dipampang di tangga yang menuju lantai dua Gramedia tersebut.

Yup....
Hanya sebuah lukisan gambar anak anak SD.Apa menariknya??
Menarik karena samapi kapanpun saya tidak akan pernah bisa membuat gambar seperti itu.

Dan sangat kebetulan,ketika saya membersihkan kamar dan menemukan 'harta' saya ketika masih muda.hehe.
Benda tersebut adalah pensil warna dan cat air.
Dengan membeli sebuah buku gambar 20 x30 cm saya siap belajar menggambar!!!!!




Menurut info yang saya dapet dari Wikipedia, Menggambar adalah kegiatan kegiatan membentuk imaji dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.

Dan menurut saya, Menggambar adalah hal yang mustahil untuk saya lakukan.Entahlah mungkin tangan saya tidak mempuny…